Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta
Menganalisis
Berita Pada Surat Kabar
Surat
Kabar Warta Kota edisi Rabu, 16 Oktober 2019, halaman 8 yang berisikan tentang
peristiwa-peristiwa yang terjadi di Kota Bekasi.
Berita Pertama
- ·
Sumber Pendapat
Ratusan
Hektar Lahan Pemkab Dikuasai Pengembang
Dalam
berita ini yang telah diunggah dalam surat kabar Warta Kota pada hari Rabu, 16
Oktober 2019, terdapat sumber pendapat sehingga Fajar Alfajri (faf), sang
jurnalis, dapat menuliskan peristiwa yang terjadi di Cikarang, Selasa (15/10).
Sumber
pendapat dari berita ini adalah Budi Setiawan yaitu selaku Kepala Bidang
Perumahan Rakyat pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan
Kabupaten Bekasi. Ia dapat menjadi sumber pendapat dari peristiwa ini, karena
ia yang mengurus segala surat perizinan dalam pengembangan fasilitas sosial dan
fasilitas umum (fasos dan fasum). Ia juga memberikan penjelasan bahwa
pengembang yang melakukan pembangunan di daerah tersebut tidak mematuhi akan
kewajibannya.
Lalu
kemudian, Aria Dwi Nugraha, angoota DPRD Kabupaten Bekasi mengatakan bahwa
aturan dalam pembangunan harus dikeluarkan secepatnya, baik dalam Peraturan
Bupati (Perbub) Bekasi atau Peraturan Daerah (perda) sehingga pengembang dapat
mematuhi kewajibannya dalam membangun fasos dan fasum, namun peraturan ini
masih dikaji oleh pemerintah Kabupaten Bekasi, Selasa (15/10).
Berita Kedua
- ·
Sumber Peristiwa
Dilempari
Batu, Rosib Tikam Zukri Hingga Tewas
Pada berita ini, Fajar Alfajri
(faf), memberitakan bahwa Muhammad Zukri (29) ditikam oleh pria tua yang
bernama Rosib Daelewa (69). Rosib Daelewa menikam setelah pemuda tersebut
melemparinya dengan batu. Kejadian ini berlangsung pada hari Minggu, 13 Oktober
2019 di Perumahan Jatiwaringin Asri, Blok B RT 06/13, Kota Bekasi. Lalu pelaku
langsung diamankan di Polsek Pondokgede usai menikam.
Selasa, 15 Oktober 2019, Kepala
Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi Kota Komisaris Arman mengatakan bahwa,
Zukri tewas di perjalanan menuju Rumah Sakit Mas Mitra Jatimakmur karena tidak
mampu menahan luka tusuk dibagian rusuknya serta mengalami pendarahan yang
cukup banyak. Rosib Daelewa diduga mengalam gangguan kejiwaan sebab ia
memberikan jawaban yang berubah-ubah.
Berita Ketiga
- ·
Sumber Pendapat
Empat
Warga Bekasi Dibawa ke UGD
Pada berita ini, membahas empat
warga Bekasi dibawa ke UGD karena disengat tawon ndas. Empat warganya yaitu
terdiri dari satu balita dan tiga pelajar. Dapat dibilang empat warga dibawa ke
UGD, sebab Adhi Nugroho (Komandan Regu Tim Evakuasi dan Penyelamatan pada Dinas
Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi) menjelaskan bahwa,”Semua korban saat dibawa
ke rumah sakit kondisinya panas tinggi dan lemas.” Serta ia juga
mengatakan,”Iya betul ada empat orang yang tersengat tawon ndas. Semuanya sudah
dipulangkan setelah mendapat perawatan.”
Adhi Nugroho juga menghimbau agar
warga tidak menggangu dengan cara dipukul atau dirusak sarang lebah tersebut
dan jika melihat saran tawaon muncul langsung laporkan kepada tim evakuasi.
Berita Keempat
- ·
Sumber Pendapat dan
Peristiwa
Total
16 Desa Masih Dilanda kekeringan
Dalam berita ini membahas desa-desa
yang masih dilanda kekeringan. Dilansir dari surat kabar Warta Kota pada
halaman 8 , berita ini adalah sumber pendapat dan peristiwa.
Disebut adanya sumber pendapat,
sebab terdapat kutipan pembicaraan antara Hertiman (warga) dengan Muhammad
Azzam (jurnalis), yaitu,”Biasanya kita jarang sampai kering gini, ini cukup
lama alami kekeringan.” Dan menurut Hertiman, keringnya area persawahan itu
karena aliran kali irigrasi juga telah mengering. Dari kata-kata tersebut dapat
menjelaskan bahwa adanya suatu pendapat dari salah satu warga yang tinggal di
Kabupaten Bekasi.
Disebut sumber peristiwa, sebab
adanya empat kecamatan dan 16 desa yang mengalami kekeringan sehingga desa-desa
tersebut harus mendapatkan pengiriman air bersih dari Pemkab (Pemerintah
Kabupaten) Bekasi. Wilayah yang pertama kali mengalami kekeringan yakni
Kecamatan Cibarusaha.
Sekian
dan Terima kasih.
Cibinong,
18 Oktober 2019
Rara
Dwi Citra Lumban Tobing
PB-1B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar