Jumat, 18 Oktober 2019

Teknik Observasi dan Wawancara

Teknik Grafika dan Penerbitan
Politeknik Negeri Jakarta



Menganalisis Berita Pada Surat Kabar
Surat Kabar Warta Kota edisi Rabu, 16 Oktober 2019, halaman 8 yang berisikan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Kota Bekasi.


Berita Pertama
  • ·         Sumber Pendapat
Ratusan Hektar Lahan Pemkab Dikuasai Pengembang

Dalam berita ini yang telah diunggah dalam surat kabar Warta Kota pada hari Rabu, 16 Oktober 2019, terdapat sumber pendapat sehingga Fajar Alfajri (faf), sang jurnalis, dapat menuliskan peristiwa yang terjadi di Cikarang, Selasa (15/10).

Sumber pendapat dari berita ini adalah Budi Setiawan yaitu selaku Kepala Bidang Perumahan Rakyat pada Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bekasi. Ia dapat menjadi sumber pendapat dari peristiwa ini, karena ia yang mengurus segala surat perizinan dalam pengembangan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum). Ia juga memberikan penjelasan bahwa pengembang yang melakukan pembangunan di daerah tersebut tidak mematuhi akan kewajibannya.

Lalu kemudian, Aria Dwi Nugraha, angoota DPRD Kabupaten Bekasi mengatakan bahwa aturan dalam pembangunan harus dikeluarkan secepatnya, baik dalam Peraturan Bupati (Perbub) Bekasi atau Peraturan Daerah (perda) sehingga pengembang dapat mematuhi kewajibannya dalam membangun fasos dan fasum, namun peraturan ini masih dikaji oleh pemerintah Kabupaten Bekasi, Selasa (15/10).


Berita Kedua
  • ·         Sumber Peristiwa
Dilempari Batu, Rosib Tikam Zukri Hingga Tewas

            Pada berita ini, Fajar Alfajri (faf), memberitakan bahwa Muhammad Zukri (29) ditikam oleh pria tua yang bernama Rosib Daelewa (69). Rosib Daelewa menikam setelah pemuda tersebut melemparinya dengan batu. Kejadian ini berlangsung pada hari Minggu, 13 Oktober 2019 di Perumahan Jatiwaringin Asri, Blok B RT 06/13, Kota Bekasi. Lalu pelaku langsung diamankan di Polsek Pondokgede usai menikam.

            Selasa, 15 Oktober 2019, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Bekasi Kota Komisaris Arman mengatakan bahwa, Zukri tewas di perjalanan menuju Rumah Sakit Mas Mitra Jatimakmur karena tidak mampu menahan luka tusuk dibagian rusuknya serta mengalami pendarahan yang cukup banyak. Rosib Daelewa diduga mengalam gangguan kejiwaan sebab ia memberikan jawaban yang berubah-ubah.


Berita Ketiga
  • ·         Sumber Pendapat
Empat Warga Bekasi Dibawa ke UGD

            Pada berita ini, membahas empat warga Bekasi dibawa ke UGD karena disengat tawon ndas. Empat warganya yaitu terdiri dari satu balita dan tiga pelajar. Dapat dibilang empat warga dibawa ke UGD, sebab Adhi Nugroho (Komandan Regu Tim Evakuasi dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi) menjelaskan bahwa,”Semua korban saat dibawa ke rumah sakit kondisinya panas tinggi dan lemas.” Serta ia juga mengatakan,”Iya betul ada empat orang yang tersengat tawon ndas. Semuanya sudah dipulangkan setelah mendapat perawatan.”

            Adhi Nugroho juga menghimbau agar warga tidak menggangu dengan cara dipukul atau dirusak sarang lebah tersebut dan jika melihat saran tawaon muncul langsung laporkan kepada tim evakuasi.


Berita Keempat

  • ·         Sumber Pendapat dan Peristiwa
Total 16 Desa Masih Dilanda kekeringan

            Dalam berita ini membahas desa-desa yang masih dilanda kekeringan. Dilansir dari surat kabar Warta Kota pada halaman 8 , berita ini adalah sumber pendapat dan peristiwa.

            Disebut adanya sumber pendapat, sebab terdapat kutipan pembicaraan antara Hertiman (warga) dengan Muhammad Azzam (jurnalis), yaitu,”Biasanya kita jarang sampai kering gini, ini cukup lama alami kekeringan.” Dan menurut Hertiman, keringnya area persawahan itu karena aliran kali irigrasi juga telah mengering. Dari kata-kata tersebut dapat menjelaskan bahwa adanya suatu pendapat dari salah satu warga yang tinggal di Kabupaten Bekasi.

            Disebut sumber peristiwa, sebab adanya empat kecamatan dan 16 desa yang mengalami kekeringan sehingga desa-desa tersebut harus mendapatkan pengiriman air bersih dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bekasi. Wilayah yang pertama kali mengalami kekeringan yakni Kecamatan Cibarusaha.





Sekian dan Terima kasih.
Cibinong, 18 Oktober 2019


Rara Dwi Citra Lumban Tobing
PB-1B



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teknik Observasi dan Wawancara

Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta Menganalisis Berita Pada Surat Kabar Surat Kabar Warta Kot...